Ibu Tangguh Rapikan Pengelolaan Keuangan Usahanya
PADANG - “Kalau dalam usaha, uang Rp5 saja harus diketahui dari mana masuk atau keluarnya, kalau hilang pun harus dicari,” begitu kata Konsultan Keuangan, Efrizon A. Khansa, dalam Pembinaan rutin Ibu Tangguh Sang Ispirator Dompet Dhuafa Wilayah Sumbar (Dompet Dhuafa Singgalang-red), Selasa (15/5).
Materi pengelolaan keuangan ini khusus diberikan kepada 17 Ibu Tangguh yang tergabung dalam program bantuan usaha cuma-cuma untuk para ibu yang merupakan tulang punggung keluarga, yang menghidupi lebih dari 3 anggota keluarga dengan keringat sendiri. Umumnya dari mereka ketika diatanya mengatakan uang hasil usaha mereka sehari-hari hanya cukup untuk makan saja.
“Dapek pagi, hilang patang,” celetuk salah seorang dari mereka.
Inilah kemudian yang membuat Tim Program Dompet Dhuafa Singgalang, Maghdalena, memasukkan materi pengelolaan keuangan ke dalam salah satu materi pembinaan yang harus mereka ikuti hingga Juni mendatang.
“Dengan diberikan ilmu tentang cara praktis pengelolaan keuangan yang benar dalam usaha ini, diharapkan ibu-ibu jadi lebih pandai mengatur keuangan mereka sehingga uang yang mereka dapatkan tidak habis begitu saja, ada yang kemudian bisa ditabung,” ujarnya.
Dilanjutkannya, pengelolaan keuangan yang rapi ini juga menuntun mereka untuk belajar menjadi pengusaha yang memiliki cita-cita. Tidak mental berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tapi juga untuk hidup yang lebih baik.
Efrizon mengungkapkan motivasi bahwa dengan pencatatan dan perapian uang masuk dan keluar dapat membuat para ibu ini tahu kapan bisa untung dan kapan rugi. Analisa bisnis kecil-kecilan bisa mereka lakukan.
“Mungkin memang agak sulit membiasakan diri mencatat semua aktifitas dagang atau usaha ibu-ibu dalam sebuah kas harian, namun jika sudah terbiasa ini akan sangat membantu kemajuan usaha ibu-ibu,” kata Efrizon.
Jasni yang sehari-harinya berjualan makanan ringan anak-anak juga membuat peyek untuk dititip ke warung-warung nampak sangat antusias. “Kalau dicatat seperti itu jadi rapi dan teratur uang kami ya Pak,” katanya.
Selama ini, lanjutnya, dia tidak pernah melakukan pencatatan. Setiap membeli bahan untuk modal jualan dia beli saja. Uang hasil penjualan langsung saja digunakan untuk makan sehari-hari. Tidak pernah bisa untuk menabung. Padahal setelah dirincikan oleh Efrizon, Jasni tetap memiliki kesempatan menabung dari hasil berjualannya tiap hari itu.
Pembinaan untuk dilakukan untuk menyuburkan mental pengusaha dan kegigihan para ibu tangguh ini. Mereka sudah merupakan orang yang luar biasa, mampu menghidupi anak dan anggota keluarga lainnya lebih dari tiga orang dengan tetes keringat sendiri. Hanya butuh polesan demi polesan untuk menjadikan usaha mereka lebih maju.
“Untuk tahun ini kami sudah menyalurkan bantuan usaha cuma-cuma juga pembinaan usaha untuk 20 ibu tangguh, harapan besar untuk Program Ibu Tangguh Sang Inspirator 3, dapat lebih banyak lagi yang bisa diberikan bantuan usaha oleh Dompet Dhuafa Singgalang,” ujar Maghdalena.
Ini semua tentu tak lepas dari uluran tangan para donatur yang mempercayakan dananya untuk dikelola Dompet Dhuafa Singgalang. Kata Maghdalena, khusus program ekonomi Dompet Dhuafa Singgalang telah menghidupkan berbagai program produktif untuk memicu dan menambah laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dhuafa. “Pengentasan kaum dhuafa di Sumbar selalu menjadi cita-cita bersama oleh karena itu setiap program kami ini butuh dukungan dari semua pihak, baik masyarakat, berbagai instansi, juga kepemerintahan,” pungkas Maghdalena. (winda)

















