Makmal Pendidikan Dompet Duafa bentuk Komunitas Guru Peduli

Bukittinggi - Bertepatan dengan diadakannya Training Akbar gratis untuk 300 Guru SD Se-Sumbar di Bukittinggi, Rabu (20/6), Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa memanfaatkan momen berkumpulnya guru-guru tersebut untuk membentuk Komunitas Guru Peduli.

“Komunitas inilah yang nantinya diharapkan menjadi promotor bagi sharing dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru SD se-Sumbar nantinya,” Project Officer Sekolah Unggul Dompet Dhuafa untuk Wilayah Sumbar, Surya Hanafi.

Komunitas tersebut dibuat sebagai salah satu produk dari Program Pendampingan Sekolah dan Pelatihan-Pelatihan Guru yang sudah diadakan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa
selama lebih dari dua tahun belakangan.

Makmal Pendidikan merupakan jejaring Dompet Dhuafa yang memfokuskan diri pada pembinaan dan pemberdayaan guru serta Pendampingan Sekolah (Khususnya Pendidikan Dasar) secara gratis di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini Makmal Pendidikan sudah mendampingi 42 Sekolah Dasar (8 dari 42 sekolah tersebut ada di wilayah Sumatera Barat) dan telah membina serta memberikan pelatihan kepada 12.650 guru di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, mengungkapkan harapannya agar guru-guru yang mengikuti pelatihan ini terus memiliki semangat akan perbaikan kualitas pendidikan dan guru yang selama ini menjadi program Dompet Dhuafa.

“Semoga komunitas ini dapat menjadi estafet cita-cita pendidikan Dompet Dhuafa di wilayah Sumbar ini, mengingat program Pendampingan Sekolah di Sumbar akan exit atau tuntas bulan Agustus ini. Dompet Dhuafa ingin memberikan produk real komunitas guru,” katanya.

Peserta pelatihan dari SDN 20 Kurao Pagang, Padang, Fatimah, mengaku sangat terbantu sekali dengan program-program Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa ini.

“Pelatihan dan program pendampingan sekolah telah menumbuhkan semangat saya untuk tidak saja bekerja tapi benar-benar mengabdi untuk pendidikan Indonesia,” katanya.

Dilanjutkannya, terbentuknya Komunitas Peduli Pendidikan ini dapat menjadi sarana berbagi dan berdiskusi bagi para guru SD se-Sumbar untuk terus membantu pemerintah dalam usaha perbaikan kualitas pendidikan di Sumbar Khususnya. (winda)